Minggu, 04 Maret 2012

KEORGANISASIAN



Tinjauan Definisi, Perspektif, Tujuan, dan Macam-macam Organisasi
Oleh : Abdul Mudjib (Sekretaris. PC IPNU Jakarta Timur)
A.        Pengertian Organisasi dan Perspektif
Secara umum pengertian organisasi adalah orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Sedangkan menurut para ahli pengertian organisasi adalah:
1.       Menurut Stoner : Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang mana melalui orang – orang di bawah pengarahan manajer (atasan) mengejar tujuan bersama.
2.       Menurut James D. Mooney : Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan Manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3.       Menurut Chester I. Bernard : Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

B.        Pengertian Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam menajemen dan pengorganisasian didefinisikan (diartikan) sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan – tujuan, sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Pengertian Stuktur Organisasi : Susunan komponen – komponen (Unit-unit Kerja) dalam Organisasi.
Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi atau kegiatan – kegiatan yang berbeda – beda tersebut di koordinasikan. Selain itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

A.        Tujuan Organisasi
Organisasi adalah merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

B.        Hambatan Organisasi
1.       Adanya konflik ditubuh organisasi yang melibatkan seorang individu (personal)
2.       Kecendrungan berkelompok (Interpersonal)
3.       Adanya konflik antara satu unit organisasi dengan organisasi lain yang mengakibatkan efek terhadap personal.

C.        Macam-Macam Organisasi
Organisasi bermacam -  macam betuknya, akan tetapi secara garis besarnya organisasi terbagi menjadi:
1.       Organisasi Niaga : Tujuan utama dari organisasi niaga yaitu mencari keutungan
2.       Organisasi Sosial : Organisasi yang dibetuk oleh anggota masyarakat.
Jalur pembentukan organisasi kemasyarakatan: Jalur keamanan, profesi, kepemudaan, kemahasiswaan, jalur kepartaian dan kekaryaan
3.       Organisasi Regional dan Internasional : Organisasi ini lebih meluas lebih kepada wilayah – wilayah negara. Contonhya: ASEAN yang wilayahnya hanya sebatas wilayah negara Asia Tenggara. Sedangkan Organisasi Internasional dikenal dengan PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa) yang ruang lingkupnya lebih meluas ke seluruh Negara.



Perkataan orang bijak : Hidup tidak beroganisasi bagaikan hidup di dalam mimpi



Rabu, 21 Desember 2011

Sejarah IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama)

katan Pelajar Nahdlatul Ulama (disingkat IPNU) adalah badan otonom Nahldlatul Ulama yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan NU pada segmen pelajar dan santri putra. IPNU didirikan di Semarang pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1373 H/ 24 Pebruari 1954, yaitu pada Konbes LP Ma’arif NU. Pendiri IPNU adalah M. Shufyan Cholil (mahasiswa UGM), H. Musthafa (Solo), dan Abdul Ghony Farida (Semarang).

Ketua Umum Pertama IPNU adalah M. Tholhah Mansoer yang terpilih dalam Konferensi Segi Lima yang diselenggarakan di Solo pada 30 April-1 Mei 1954 dengan melibatkan perwakilan dari Yogyakarta, Semarang, Solo, Jombang, dan Kediri.

Pada tahun 1988, sebagai implikasi dari tekanan rezim Orde Baru, IPNU mengubah kepanjangannya menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama. Sejak saat itu, segmen garapan IPNU meluas pada komunitas remaja pada umumnya. Pada Kongres XIV di Surabaya pada tahun 2003, IPNU kembali mengubah kepanjangannya menjadi “Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama”. Sejak saat itu babak baru IPNU dimulai. Dengan keputusan itu, IPNU bertekad mengembalikan basisnya di sekolah dan pesantren.

Visi IPNU adalah terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananya syari’at Islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Untuk mewujudkan visi tersebut, IPNU melaksanakan misi: (1) Menghimpun dan membina pelajar Nahdlatul Ulama dalam satu wadah organisasi; (2) Mempersiapkan kader-kader intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa; (3) Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun landasan program perjuangan sesuai dengan perkembangan masyarakat (maslahah al-ammah), guna terwujudnya khaira ummah; (4) Mengusahakan jalinan komunikasi dan kerjasama program dengan pihak lain selama tidak merugikan organisasi.

Sebagai salah satu perangkat organisasi NU, IPNU menekankan aktivitasnya pada program kaderisasi, baik pengkaderan formal, informal, maupun non-formal. Di sisi lain, sebagai organisasi pelajar, program IPNU diorientasikan pada pengembangan kapasitas pelajar dan santri, advokasi, penerbitan, dan pengorganisasian pelajar.

Kini IPNU telah memiliki 33 Pimpinan Wilayah di tingat provinsi dan 374 Pimpinan Cabang di tingkat kabupaten/kota. Sampai dengan tahun 2008, anggota IPNU telah mencapai lebih dari 2 juta pelajar santri yang telah tersebar di seluruh Indonesia.